Selasa, 26 Januari 2016

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI KEPEGAWAIAN DAN KEGIATAN PADA KANTOR KECAMATAN DONGGO KABUPATEN BIMA


PROPOSAL PENELITIAN
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI KEPEGAWAIAN DAN KEGIATAN PADA KANTOR
KECAMATAN DONGGO KABUPATEN BIMA






DI SUSUN

OLEH:

                                    NAMA: JUNAIDIN             / ABDUL FUAD
                                    NIM    : 12024014063            / 12024014119









PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS ISLAM MAKASAR
2016


BAB I
PENDAHULUAN

1.1   Latar Belakang Masalah
Dalam era globalisasi dan teknologi dewasa ini, penggunaan komputer sebagai salah satu alat teknologi informasi sangat dibutuhkan keberadaannya hampir disetiap aspek kehidupan.
Penggunaan perangkat komputer sebagai perangkat pendukung manajemen dan pengolahan data adalah sangat tepat dengan mempertimbangkan kuantitas dan kualitas data, dengan demikian penggunaan perangkat komputer dalam setiap informasi sangat mendukung sistem pengambilan keputusan.
Kantor Kecamatan Donggo Kabupaten Bima telah berdiri secara resmi berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri dan terdiri dari beberapa desa yaitu diantaranya, Desa Mbawa, Desa Mpili, Desa O’o, Desa Kala, Desa Doridungga, Desa Palama,  Desa Rora, Desa Bumi Pajo dan Desa Ndano Na’e.
Dalam aktifitasnya membuat pendataan tentang kepegawaian dan sekaligus kegiatan di kantor Kecamatan Donggo belum menerapkan sistem informasi secara optimal. Dalam menyajikan sistem informasi kepegawaian dan kegiatan  tersebut penggunaan komputer hanya sebatas pengetikan seluruh data pegawai yang telah dipersiapkan sebelumnya dengan menggunakan aplikasi Ms-Word dan Ms-Excel, sehingga didalam menghasilkan seluruh data pegawai dan kegiatan  belum akurat dan tidak efisien.
Data-data yang berhubungan dengan pegawai dan kegiatan yang ada di kantor Kecamatan Donggo Kabupaten Bima yang terhimpun itu tentu saja sangat diperlukan. Untuk memenuhi kebutuhan dalam pencarian informasi dan kegiatan dibutuhkan maka diperlukan suatu sistem informasi. Sistem informasi tersebut harus dapat diandalkan untuk mengolah data menjadi informasi yang bermanfaat dalam mengambil keputusan manajemen baik rutin maupun strategis.
Sehubungan dengan keadaan data kepegawaian dan kegiatan yang ada pada kantor Kecamatan Donggo maka kami merasa perlu untuk merancang suatu sistem yang terkomputerisasi agar mempermudah pegawai, terlebih khususnya masyarakat untuk dapat mengetahui secara cepat dan tepat tentang informasi yang di perlukan. Dengan ini mendorong suatu usaha untuk merancang suatu sistem informasi pendataan kepegawaian dan kegiatan yang ada di kantor Kecamatan Donggo Kabupaten Bima. Hal ini pula yang menjadi latar belakang penulis melakukan penelitian yang penulis sajikan dalam karya ilmiah yang berjudul ”Perancangan Sistem Informasi Kepegawaian dan Kegiatan Pada Kantor Kecamatan Donggo Kabupaten Bima.
1.2  Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka masalah penelitian ini dirumuskan sebagai berikut:
1.    Bagaimana merancang sistem informasi kepegawaian dan kegiatan pada kantor Kecamatan Donggo Kabupaten Bima ?
2.    Bagaimana melakukan pengujian terhadap sistem informasi kepegawaian dan kegiatan pada kantor Kecamatan Donggo Kabupaten Bima ?
1.3   Tujuan Penelitian
Adapun tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
  1. Merancang sistem informasi kepegawaian dan kegiatan pada kantor Kecamatan Donggo Kabupaten Bima
  2. Melakukan pengujian terhadap sistem informasi kepegawaian dan kegiatan pada kantor Kecamatan Donggo Kabupaten Bima
1.4  Batasan Masalah
Karena banyaknya aktifitas kerja pada kantor Kecamatan Donggo Kabupaten Bima serta sesuai dengan judul penulis, untuk itu penulis perlu membatasi masalah yang akan dibahas dalam karya tulis ini. Batasan tersebut hanya menitik beratkan pada pendataan kepegawaian dan kegiatan pada kantor Kecamatan Donggo Kabupaten Bima. Adapun masalah yang akan di bahas yaitu :
  1. Data Pegawai
  2. Data Kegiatan (Program Kerja)
1.5  Manfaat Penelitian
Adapun manfaat dari penelitian ini yaitu :
1.    Terhadap peneliti
a.       Untuk menambah wawasan berfikir serta meningkatkan pengetahuan penulis di bidang komputer
b.      Dengan melakukan penelitian adalah salah satu pelatihan yang dapat di jadikan sebegai salah satu pengalaman dalam persiapan menuju pelatihan dunia kerja.
2.    Terhadap kantor Kecamatan Donggo Kabupaten Bima
a.    Dengan adanya perancangan sistem informasi dapat membantu dalam pengolahan data pada kantor Kecamatan Donggo Kabupaten Bima.
b.    Mempermudah pencarian data pegawai dan kegiatan (program kerja) yang ada di kantor Kecamatan Donggo Kabupaten Bima.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1     Konsep Dasar Sistem
Sistem itu berasal dari bahasa Yunani yang artinya kesatuan. Suatu sistem terdiri dari elemen-elemen yang saling berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu.
“Sistem adalah suatu jaringan kerja yang terdiri dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu” (Ponco W.Sigit, 1999:1).
Suatu sistem dalam mencapai tujuannya tentu memerlukan suatu proses yang terdiri atas bermacam-macam tipe proses misalnya proses secara konsep, proses secara fisik, proses secara prosedur, proses secara sosial dan lain-lainnya.
Andri Kristanto (2003:1), mendefinisikan sistem adalah jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu.
Suatu sistem yang baik harus mempunyai tujuan dan sasaran yang tepat karena hal ini akan sangat menentukan dalam mendefinisikan masukan yang dibutuhkan sistem dan juga keluaran yang dihasilkan.
Menurut Aji Surpiyanto (2005:238) sistem adalah kumpulan elemen, komponen atau subsistem yang saling berintegrasi dan berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu. Jadi setiap sistem memiliki subsistem-subsistem dan subsistem terdiri atas komponen-komponen atau elemen-elemen.
Sistem dapat tercapai dengan baik bila terdapat pengawasan yang berguna untuk mengawasi pelaksanaan pencapaian tujuan yang terdiri atas pengawasan data masukan/input, pengawasan data keluaran/output, serta pengawasan terhadap operasi sistem.
2.2     Konsep Dasar Informasi
Informasi adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya. Sumber informasi adalah data, data adalah bentuk jamak dari bentuk tunggal datum atau data item. Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. Kejadian-kejadian (event) adalah sesuatu yang terjadi pada saat tertentu.
Dwi Budiarti (1999:8), mendefinisikan informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam mengambil keputusan saat ini atau mendatang.
Menurut Aji Supriyanto (2005:243) informasi adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang lebih berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam mengambil keputusan saat ini atau mendatang.
Hubungan antara data dengan informasi dapat dilihat seperti gambar dibawah ini :




Gambar 2.1 Transformasi data menjadi informasi
Dari gambar 2.1 dapat dijelaskan bahwa data dapat berupa simbol-simbol, yang dapat berupa huruf dan angka yang diolah menjadi suatu output (informasi) dan hasil pengolahan data tersebut dapat disimpan dalam suatu media penyimpanan, sehingga jika diperlukan dapat ditampilkan atau disajikan kembali.
“Informasi merupakan kumpulan data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerima. Tanpa suatu informasi, suatu  sistem tidak akan berjalan dengan lancar dan akhirnya bisa mati. Suatu organisasi tanpa adanya suatu informasi maka organisasi tersebut tidak bisa berjalan dan tidak bisa beroperasi ” (Andri Kristanto, 2003:6).
Dengan kata lain sumber informasi adalah data. Data menggambarkan suatu kejadian yang sedang berjalan, dimana data tersebut akan diolah dan diterapkan dalam sistem menjadi input yang lebih berguna dalam suatu sistem, kesalahan dalam mengambil dan memasukkan data dan kesalahan dalam mengolah data akan mneyebabkan kesalahan dalam memberikan informasi.
Kualitas suatu informasi tergantung pada tiga hal yaitu, informasi harus akurat, tepat waktu dan relevan. Akurat artinya informasi tersebut harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bisa atau menyesatkan. Tepat waktu, artinya informasi yang datang kepada penerima tidak boleh terlambat. Relevan, artinya informasi tersebut mempunyai manfaat bagi yang menbutuhkannya.
Nilai dari suatu informasi itu ditentukan oleh dua hal, yaitu manfaat dan biaya untuk mendapatkan informasi tersebut. Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih besar/efektif dibandingkan biaya untuk mendapatkannya.

2.3     Konsep Dasar Sistem Informasi
Telah diketahui bahwa informasi adalah sebuah bahan penting bagi manajemen. Sistem informasi dalam sebuah organisasi dibatasi oleh data yang dapat diperoleh, biaya untuk pengadaan, pengolahan dan penyimpanan dan sebagainya. Sebuah sistem informasi berdasarkan komputer biasanya dapat mengurangi biaya sekaligus meningkatkan kemampuan dan prestasi sistem informasi.
Menurut Jogiyanto H.M (1995:697) dalam Andy Indra Rinaldi  (2003:8) mendefiniskan sistem informasi adalah :
Suatu sistem didalam suatu organisasi yang merupakan kombinasi dari orang-orang fasilitas, teknologi, media, prosedur-prosedur dan pengendalian yang ditujukan untuk mendapatkan jalur komunikasi penting memproses tipe transaksi rutin tertentu, memberi sinyal kepada manajemen dan yang lainnya terhadap kejadian-kejadian intenal dan eksternal yang penting dan menyediakan suatu dasar informasi untuk pengambilan keputusan yang cerdik.
Andri Kristanto (2003,11), mendefinisikan sistem informasi merupakan kumpulan dari perangkat keras dan perangkat lunak komputer serta perangkat manusia yang akan mengolah data menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak tersebut.
Menurut Aji Supriyanto (2005:243) sistem informasi adalah sistem didalam suatu organisasi, yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.
Selain itu sistem informasi dapat didefinisikan sebagai berikut :
1.      Suatu sistem yang dibuat oleh manusia yang terdiri komponen-komponen dalam organisasi untuk mencapai suatu tujuan yaitu menyajikan informasi.
2.      Sekumpulan prosedur organisasi yang pada saat dilaksanakan akan memberikan informasi bagi pengambil keputusan dan atau untuk mengendalikan organisasi.
3.      Suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.
Sistem informasi dapat terdiri dari komponen-komponen yang disebut dengan istilah blok bangunan (building block), yaitu blok masukan (input block), blok model (model block), blok keluaran (output block), blok teknologi (technology block), blok dasar data (database block) dan blok kendali (control block). Sebagai suatu sistem, keenam blok tersebut masing-masing saling berinteraksi satu dengan yang lainnya membentuk satu kesatuan untuk mencapai sasarannya.
- Blok masukan    : merupakan input yang mewakili data yang masuk kedalam sistem informasi yang dapat berupa dokumen-dokumen dasar.
- Blok model        : terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah tertentu untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.
- Blok keluaran    :  merupakan keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna.
- Blok teknologi   :  digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran dan membantu pengendalian dari sistem keseluruhan. Teknologi itu sendiri terdiri dari 2 bagian utama, yaitu perangkat software dan hardware.
- Blok basis data  : kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya.
- Blok kendali      : dirancang dan diterapkan untuk mencegah hal-hal yang dapat merusak sistem ataupun kesalahan-kesalahan yang dapat terjadi sewaktu sistem diimplementasikan.
2.4  Konsep Dasar Perancangan
   Perancangan adalah penggambaran, perencanaan dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi Perancangan sistem dapat dirancang dalam bentuk bagan alir sistem (system flowchart), yang merupakan alat bentuk grafik yang dapat digunakan untuk menunjukan urutan-urutan proses dari sistem (Syifaun Nafisah, 2003 : 2).

2.4.1        Konsep Dasar Perancangan Sistem Informasi
Definisi Perancangan Sistem Informasi
Menurut Adi Nugroho (2002:139) Perancangan sistem adalah strategi untuk memecahkan masalah dan mengembangkan solusi terbaik bagi permasalahan itu. Termaksud bagaimana mengorganisasikan sistem kedalam subsistem-subsistem, serta alokasi subsistem-subsistem ke komponen-komponen perangkat keras, perangkat lunak serta prosedur-prosedur.
1.        Konsep Perancangan Sistem
Tahap dimana pendekatan awal untuk menyelesaikan masalah yang dipilih selama perancangan sistem, struktur keseluruhan diputuskan atau suatu kegiatan yang dilakukan untuk membentuk suatu sistem dan juga dilakukan untuk menggambarkan bagaimana fungsi sistem itu dibentuk.
2.        Tujuan Perancangan Sistem
Memberikan gambaran secara umum kepada user tentang system yang baru dan memberikan gambaran yang jelas dan rancangan bangunan yang lengkap kepada program computer dan ahli-ahli teknik lainnya yang terlibat.
Perancangan sistem mempunyai dua tujuan utama, yaitu:
a)    Untuk memenuhi kebutuhan pemakai
b)   Untuk memberikan gambaran yang jelas dan rancangan bangun yang lengkap kepada programmer yang terlibat desain sistem.
3.        Tahap Perancangan Sistem
a)    Tahap Investigasi (Penyelidikan)
Tahap mengevaluasi permintaan pengembangan suatu sistem tersebut apakah benar atau tidak. Pada tahap ini kegiatan yang dapat dilaksanakan adalah:
(1). Studi awal, yaitu memahami kebutuhan pemakai serta melihat dan mengevaluasi pengembangan sistem.
(2). Studi kelayakan, yaitu menentukan ruang lingkup, perkiraan biaya dan sumber daya lainnya guna mendukung sistem yang dirancang
b)   Tahap Analisis
Memberikan pelayanan informasi kepada pimpinan dalam melaksanakan proyek sistem.
c)    Tahap Implementasi
Melakukan uji coba pada perangkat keras dan sebagai pengolahan dan penyajian informasi.
2.5     Diagram Arus Data (DAD)
Diagram arus data sering digunakan untuk mengambarkan suatu sistem yang telah ada atau sistem yang baru yang akan dikembangkan secara logika. Menurut Ponco W.Sigit (1999:40) menyatakan bahwa  “Diagram Arus Data (DAD) merupakan alat analisis terstruktur yang baik dan populer, karena dapat menggambarkan arus data pada suatu sistem secara terstruktur dan jelas”.
Ada beberapa simbol yang digunakan di DAD antara lain :
1.      External Entity (kesatuan luar)
Suatu sistem tentu mempunyai batas sistem yang memisahkan suatu sistem dengan kesatuan luarnya. Kesatuan luar merupakan kesatuan dilingkungan luar sistem yang bisa berupa orang, organisasi atau sistem lainnya yang dapat memberikan input atau output dari luar sistem. Kesatuan luar digambarkan dengan simbol persegi panjang :

Nama
Kesatuan Luar
 
 



Gambar 2.2 Simbol Kesatuan Luar
1.      Proces (proses)
Proses adalah suatu kegiatan atau kerja yang dilakukan oleh orang, mesin atau komputer. Proses berfungsi untuk mengolah arus data yang masuk kedalamnya/input, kemudian dari proses itu juga menghasilkan arus data/output. Suatu proses digambarkan dengan simbol lingkaran atau empat persegi panjang dengan sudut-sudutnya yang tumpul.


 


                                                     atau

Gambar 2.3 Simbol Proses
2.      Data Store (simpanan data)
Data Store digunakan untuk menyimpan data hasil proses maupun menyediakan data untuk diproses. Data store dapat berupa file atau database pada sistem komputer, arsip atau catatan manual, kotak tempat data, tabel acuan manual atau suatu agenda/buku. Suatu data store digambarkan dengan sepasang garis horizontal paralel yang ditutup di salah satu ujungnya.
                                                                                   

Gambar 2.4  Simbol Data Store
3.      Data Flow (arus data)
Nama Arus Data
 
Arus data mengalir diantara proses, simpanan data dan kesatuan luar. Arus data ini menunjukkan arus dari data yang bisa berupa masukan/input untuk sistem atau hasil/output dari suatu proses. Arus data harus diberi nama yang jelas dan mempunyai arti, dimana nama dari arus data dituliskan disamping garis panahnya.


 
Gambar 2.5 Simbol Arus Data
  Nama Arus Data
 
Nama Arus Data
 
Untuk menunjukkan arus data dua arah dapat digunakan salah satu simbol yang tertera dibawah ini :
                                               
Gambar 2.6 Simbol Arus Data Dua Arah
2.6     Konsep Database Manajemen Sistem
Database adalah kumpulan file-file yang saling berelasi, relasi tersebut biasa ditunjukkan dengan kunci dari tiap file yang ada. Satu database menunjukkan satu kumpulan data yang dipakai dalam satu lingkup perusahaan atau instansi.
Menurut Harianto Kristanto (1994:1) menyatakan “Suatu Database Management System (DBMS) berisi satu koleksi data yang saling berelasi dan satu set program untuk mengakses data tersebut”. Jadi DBMS terdiri dari Database dan Set Program pengelola untuk menambah data, menghapus data, mengambil dan membaca data.
Suatu DBMS terdiri dari beberapa elemen antara lain :
1.      Entity, adalah orang, tempat kejadian atau konsep yang informasinya direkam. Pada bidang administrasi siswa misalnya, entity adalah siswa, buku, pembayaran, nilai test;
2.      Atribute, setiap entity mempunyai atribute atau sebutan untuk mewakili suatu entity. Seorang siswa dapat dilihat dari atributnya, misalnya nomor siswa, nama, alamat, nama orang tua, hobbi;
3.      Data Value (nilai atau isi data), adalah data aktual atau informasi yang disimpan pada tiap data elemen atau atribute. Atribut nama karyawan menunjukkan tempat dimana informasi nama karyawan disimpan, sedangkan data value adalah syafrizal merupakan isi data nama karyawan tersebut;
4.      Record, merupakan elemen yang saling berkaitan menginformasikan tentang suatu entity secara lengkap. Satu record mewaklli satu data atau informasi tentang seseorang misalnya, nomor karyawan, nama karyawan, alamat, kota, tanggal masuk;
5.      File, merupakan kumpulan record-record sejenis yang mempunyai panjang elemen yang sama, atribute yang sama namun berbeda-beda data valuenya;
6.      Database, adalah kumpulan file-file yang mempunyai kaitan antara satu file dengan file yang lain sehingga membentuk satu bangunan data untuk menginformasikan satu perusahaan, instansi dalam batasan tertentu.
2.7  Kepegawaian dan Kegiatan
Data pegawai dan kegiatan  merupakan hal yang penting disajikan secara tepat, akurat dan mudah dipahami serta sangat diperlukan sebagai acuan dalam menyajikan informasi.
Pegawai adalah sesorang yang melakukan penghidupanya dengan bekerja dalam kesatuan organisasi, baik kesatuan kerja pemerintah maupun kesatuan kerja swasta. (Soedaryono;2000). Kegiatan adalah bagian dari program yang dilaksanakan oleh satu atau beberapa satuan kerja sebagai bagian dari pencapaian sasaran terukur pada suatu program. (Ramlan S).
Data-data yang berhubungan dengan kepegawaian dan kegiatan yang terhimpun itu tentu saja sangat diperlukan suatu sistem informasi yang handal dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan, sehingga dapat menghemat biaya, tenaga serta mengefisienkan waktu.
2.8  Perangkat Lunak yang di Gunakan
Kemajuan teknologi komputer sebagai pendukung pemrosesan data dan informasi telah menjadi kebutuhan pokok perusahaan. Komputer digunakan sebagai alat penunjang pemroses data dan informasi serta dapat meningkatkan kinierja perusahaan dan operasionalnya.
2.8.1  Perkembangan Visual Basic
Visual Basic1.0 dikenalkan pada tahun 1991, pendekatan yg dilakukan untuk menghubungkan bahasa pemrograman dengan GUI berasal dari prototype yg dikembang oleh “Alan Cooper” yg di sebut TRIPOD, Kemudian Microsoft mengontrak copper dan asosiasinya utk mengembangkan tripod agar dapat digunakan di windows 3.0 dibawah nama kode Ruby.[3] Berikut Perjalanan Visual Basic (VB 1.0 Sampai VB 8) :[1] Perjalanan dari Visual Basic (VB1 to VB 10):[4]
  1. Proyek “Thunder” dirintis
  2. Visual Basic 1.0 (May 1991) di rilis untuk windows pada COMDEX/Windows Wordltrade yg dipertunjukan di Atlanta , Georgia
  3. Visual Basic 1.0 untuk DOS dirilis pada bulan September 1992. Bahasa ini tidak kompatibel dengan Visual Basic For Windows. VB 1.0 for DOS ini pada kenyataaanya merupakan versi kelanjutan dari compiler BASIC, QuickBasic dan BASIC Professional Development System.
  4. Visual Basic 2.0 dirilis pada November 1992, Cakupan pemrogramannya cukup mudah untuk digunakan dan kecepatannya juga telah di modifikasi. Khususnya pada Form yg menjadikan object dapat dibuat secara seketika, serta konsep dasar dari Class modul yg berikutnya di implementasikan pada VB 4.
  5. Visual Basic 3.0 , dirilis pada musim panas 1993 dan dibagi menjadi versi standard dan professional. VB 3 memasukan Versi 1.1 dari Microsoft Jet Database Engine yg dapat membaca serta menulis database Jet (atau access) 1.x
  6. Visual Basic 4.0 (Agustus 1995) merupakan versi pertama yg dapat membuat windows program 32 bit sebaik versi 16 bit nya. VB 4 juga memperkenalkan kemampuan untuk menulis non-GUI class pada Visual Basic
  7. Visual Basic 5.0 (February 1997), Microsoft merilis secara eksklusif Visual basic untuk versi windows 32 bit . Programmer yg menulis programnya pada versi 16 bit dapat dengan mudah melakukan import porgramnya dari VB4 ke VB5. dan juga sebaliknya, program VB5 dapat diimport menjadi VB4. VB 5 memperkenalakan kemampuan untuk membuat User Control.
  8. Visual Basic 6.0 (pertengahan 1998) memperbaiki beberapa cakupan, temasuk kemapuannya untuk membuat Aplikasi Web-based . Visual Basic 6 di jadwalkan akan memasuki Microsoft “fasa non Supported” dimulai pada maret 2008.
2.8.2  Visual Basic
            Visual Basic merupakan bahasa pemrograman yang sangat mudah dipelajari, dengan teknik pemrograman visual yang memungkinkan penggunanya untuk berkreasi lebih baik dalam menghasilkan suatu program aplikasi. Ini terlihat dari dasar pembuatan dalam visual basic adalah FORM, dimana pengguna dapat mengatur tampilan form kemudian dijalankan dalam script yang sangat mudah.
            Ledakan pemakaian Visual Basic ditandai dengan kemampuan Visual Basic untuk dapat berinteraksi dengan aplikasi lain di dalam sistem operasi Windows dengan komponen ActiveX Control. Dengan komponen ini memungkinkan penguna untuk memanggil dan menggunakan semua model data yang ada di dalam sistem operasi windows. Hal ini juga ditunjang dengan teknik pemrograman di dalam Visual Basic yang mengadopsi dua macam jenis pemrograman yaitu Pemrograman Visual dan Object Oriented Programming (OOP).
          Visual Basic  sebetulnya perkembangan dari versi sebelumnya dengan beberapa penambahan komponen yang sedang tren saat ini, seperti kemampuan pemrograman internet dengan DHTML (Dynamic HyperText Mark Language), dan beberapa penambahan fitur database dan multimedia yang semakin baik. Sampai saat buku ini ditulis bisa dikatakan bahwa Visual Basic 6.0 masih merupakan pilih pertama di dalam membuat program aplikasi yang ada di pasar perangkat lunak nasional. Hal ini disebabkan oleh kemudahan dalam melakukan proses development dari aplikasi yang dibuat.
          Pembuatan program aplikasi menggunakan Visual Basic dilakukan dengan membuat tampilan aplikasi pada form, kemudian diberi script program di dalam komponen-komponen yang diperlukan. Form disusun oleh komponen-komponen yang berada di [Toolbox], dan setiap komponen yang dipakai harus diatur propertinya lewat jendela [Property].
          Menu pada dasarnya adalah operasional standar di dalam sistem operasi windows, seperti membuat form baru, membuat project baru, membuka project dan menyimpan project. Di samping itu terdapat fasilitas-fasilitas pemakaian visual basic pada menu. Untuk lebih jelasnya Visual Basic menyediakan bantuan yang sangat lengkap dan detail dalam MSDN.
          Toolbox berisi komponen-komponen yang bisa digunakan oleh suatu project aktif, artinya isi komponen dalam toolbox sangat tergantung pada jenis project yang dibangun. Komponen standar dalam toolbox dapat dilihat dalam panel kanan program Visual Basic.
Komponen Visual Basic studio
Layar Visual Basic hampir sama dengan layar program-program aplikasi windows pada umumnya. Kita dapat memindah-mindahkan, menggeser, memperbesar atau memperkecil ukuran setiap komponen layar Visual Basic seperti kita memanipulasi layar windows.
Komponen-komponen dari lingkungan Visual Basic tersebut antara lain adalah :
1.      Baris Menu
Menu merupakan kumpulan perintah-perintah yang dikelompokkan dalam kriteria operasi yang dihasilkan. Visual Basic  menyediakan tiga belas menu, keterangan masing-masing terdapat pada tabel berikut :
2.      Toolbar
Kehadiran tombol-tombol speed pada toolbar akan sangat membantu dalam mempercepat akses perintah (yang bias jadi tersembunyi di dalam tingkat-tingkat hirarki). Sebab tombol speed berfungsi sama dengan perintah yang tersedia (dan tersembunyi) di dalam menu.
3.      Form
Form adalah bahan untuk pembuatan window. Kita meletakkan kontrol pada form. Kontrol ini misalnya tombol, check box, radio button, memo label, panel dan sebagainya. Pada form tersedia tombol minimize/restore dan close, ketiganya terletak di pojok kanan atas.
Ukuran form bisa diubah dengan drag dan drop tiga titik di sebelah kanan, bawah dan pojok kanan bawah. Jika drag ke arah ke luar akan memperbesar dan sebaliknya akan memperkecil.
Untuk mengaktifkan form ada tiga cara yaitu :
a.       Klik tombol View Object pada Window Project
b.       Dari Menu View klick perintah object
c.        Tekan tombol Shift +F7 pada keyboard.
4.      Window Code
Window Code adalah window tempat kita menuliskan progam. Pada window ini terdapat fasilitas yang cukup lengkap. Jika kita melakukan klik ganda pada sebuah object yang berupa kontrol atau form maka window code ini akan langsung aktif dan membawa kursor kita ke tempat penulisan program yang terkait dengan obyek tersebut. Tempat penulisan berada diantara kata Private Sub dan End Sub.
Untuk mengaktifkan Window Code ada beberapa cara :
a.       Klik tombol View Code pada Window Project
b.      Dari menu View klik perintah Code
Pada Window Code ini terdapat dua buah fasilitas utama yaitu pemilih object dan prosedur. Hasil pemilihan akan membawa kursor ke lokasi penulisan kode program sesuai pemilihan kita.
5.      Toolbox
Toolbox adalah tempat penyimpanan kontrol yang akan kita gunakan pada program yang dipasangkan pada form. VB6 menyediakan 21 kontrol, masing-masing dapat dilihat pada tabel berikut :
6.     



Project Explorer

Project Explorer berfungsi berbagai saran pengakses bagian-bagian pembentuk project. Pada windows ini terdapat tiga tombol pengaktif untuk Windows Code, Windows Object dan Toggle Folder. Juga terdapat diagram yang menampilkan susunan folder penyimpanan file-file project.
Secara default windows ini menempati dock-nya sendiri, yaitu di sebelah kanan atas. Namun kita bisa membuatnya mengambang keluar dock dengan cara mengklik atau drag keluar judul windows ini.
Untuk menampilkan windows ini dengan caranya adalah :
a.       Dari menu View pilihlah Project Explorer
b.      Tekan tombol CTRL +R pada keyboard
7.      Window Properties







Window ini bertugas menyiapkan segala properti dari objek yang diperlukan dalam perancangan user interface maupun pemrograman. Pada window ini terdapat semua properti yang dimiliki oleh objek terpilih (cara memilih objek adalah klik objek langsung pada diagram di project explorer atau klik langsung pada objeknya, misalnya form).
Pada windows ini terdapat dua tab yang menampilkan properti dalam dua cara sesuai dengan nama tab yaitu tab Alphabet (diurutkan berdasarkan namanya sesuai dengan abjad, ini merupakan pilihan default) dan Categories (diurutkan berdasarkan fungsinya). Masing-masing properties memiliki nilainya sendiri-sendiri yang telah disediakan VB6 atau kita isikan sesuai dengan kebutuhan.
Cara menampilkan window ini caranya :
a.       Dari Menu View pilihlah Properties Window
b.      Tekan tombol F4 pada keyboard
8.      Window Form Layout
Bisa digunakan untuk mengatur tata letak form pada layar monitor. Seringkali kita salah menempatkan form sehingga untuk mendapatkan posisi yang kita inginkan, setiap kali kita harus menjalankan program unuk mengetahui posisi dari hasil penyetelan yang kita lakukan. Dengan adanya window form layout ini pekerjaan yang berulang-ulang yang tidak kita inginkan tersebut bisa dihindari.
9.    Window Intermediate  Berguna untuk mencoba beberapa instruksi program pada windows ini. Pada program saat menguji program, window ini bisa digunakan sebagai windows debug.
10.  Metoda (Method)
      Metoda adalah suatu set perintah seperti halnya fungsi dan prosedur, tetapi sudah tersedia di dalam suatu objek.
11.  Event
Event adalah peristiwa atau kejadian yang diterima oleh suatu objek, misalnya klik, seret, tunjuk dan lain-lain. Event yang diterima objek akan memicu MS-Visual Basic menjalankan kode program yang ada di dalamnya.
Contoh : Private Sub Command1_Click( )
Baris di atas menunjukkan penggunaan Event Click pada objek command1, maka baris-baris kode program di bawahnya akan dilaksanakan.
2.8.3  Objek & Komponen
Merupakan komponen dalam program serta elemen antar muka yang di buat pada form VB menggunakan Control Toolbox. Kita harus memindahkan, mengubah ukurannya, mengatur letak objek (Setting Property). Objek memiliki Imberent Functional yaitu objek mengetahui cara beroperasi dan merespon pada kondisi tertentu.
Contoh – contoh Objek dan Komponen pada VB beserta fungsinya :
Ø  TextBox (tempat input/menampilkan teks -> bebas mengubah)
Ø  Label (teks pada form; tidak dapat langsung di ubah)
Ø  Command Button (menjalankan perintah/proses jika di tekan)
Ø  Frame (pengelompokan kontrol-kontrol secara visual/fungsional)
Ø  CheckBox (menampilkan kondisi Y/N atau T/F)
Ø  Form (tempat kerja program aplikasi)
Ø  ComboBox (kombinasi textbox & listbox, pilih dari list atau ketik)
Ø  ListBox (multiselect)
Ø  PictureBox (menampilkan gambar)
Ø  Image (menampilkan gambar, tapi tidak bisa sebagai kontainer kontrol)
Ø  Option Button (mirip dengan checkbox, tapi hanya satu pilihan yg dapat di pilih)
Ø  HS/VS ScrollBar (scrollbar Horizontal dan Vertikal)
Ø  Line (membentuk garis)
Ø  Data (data binding)
Ø  OLE – Object Lingking and Embedding (lokasi program eksternal, ex : word ms, dll.)
Ø  Project (sekumpulan modul aplikasi itu sendiri)
Ø  module (modul fungsi-fungsi kontrol)
Ø  Code Editor (tempat sintaks/coding)
Ø  DBGrid (menampilkan item-item database)
Ø  Pointer (untuk memilih kontrol)
  

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

3.1  Waktu Dan Tempat  Penelitian

Peneliti memilih objek penelitian pada Kantor Kecamatan Donggo Kabupaten Bima di mulai pada bulan Januari – Februari 2016.
3.2   Teknik Pengumpulan Data
1.Sumber Data Sekunder
Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diperoleh peneliti secara tidak langsung melalui media perantara (diperoleh dan dicatat oleh pihak lain). Data sekunder umumnya berupa bukti, catatan atau laporan historis yang telah tersusun dalam arsip (data dokumenter) yang dipublikasikan dan yang tidak dipublikasikan.
Terdapat tiga teknik pengumpulan data yang digunakan pada jenis field research, yaitu:
a.         Teknik Observasi
Pengamatan langsung ke kantor Kecamatan Donggo, data yang dikumpulkan  yaitu  data-data asli berupa data fisik yang akan digunakan di Sistem Informasi yang dirancang.
b.        Teknik Wawancara
Mengumpulkan data – data dengan cara melakukan wawancara langsung dengan beberapa Pegawai maupun staf pada kantor Kecamatan Donggo, data yang dikumpulkan meliputi fasilitas-fasilitas yang akan di masukan dalam Sistem Informasi.
c.         Teknik Pustaka
            Pengumpulan data-data dengan cara mencari referensi-referensi dari berbagai buku yang berkaitan dengan penelitian tersebut.
3.3  Alat dan Bahan Penelitian
Tabel 3.1 Perangkat Keras yang digunakan dalam Penelitian
No
Perangkat Keras
Unit
Spesifikasi
1.
Laptop
1
- Processor Pentium(R) Dual-Core CPU
- RAM DDR2 2GB
- Hardisk 500GB
2.
Printer
1
CANON PIXMA iP2770
3.
Modem
1
Telkomsel
Tabel 3.2 Perangkat Lunak yang digunakan dalam Penelitian
No
Perangkat Lunak
Keterangan
1.
Sistem Opersi
Ms Windows 7
2.
Ms Office 2007
- Ms Office word 2007
- Ms Office Power Point 2007
- Ms Office Excel 2007
3
Program
- Visual Basic


3.4  Langkah – Langkah Penelitian
Tahap – tahap yang dilakukan dalam penelitian yaitu :
1.    Pengumpulan data, yaitu proses pengumpulan informasi dari pihak yang terkait.
2.    Analisis sistem, yaitu yang paling kritis dan penting karena jika terjadi kesalahan dalam tahap ini akan menyebabkan kesalahan di tahap berikutnya. Analisis sistem bertujuan untuk menjemukan kelemahan dari sistem sehingga dapat diusulkan perbaikan pada sistem yang baru.
3.    Desain sistem, yaitu bagaimana merancang sistem yang akan dibangun.
4.    Pembuatan aplikasi, yaitu tahap membuat rancangan interface melalui bahasa pemrograman.












Ada 5 tahapan pada Waterfall model, seperti pada gambar dibawah ini :


Text Box: Penerapan program dan Pemeliharaan
 














Gambar 3.1. Model Waterfall







3.5  Jadwal Penelitian
Tabel 3.3 Jadwal Penelitian
No
Jenis Kegiatan
Januari
Ferbuari
Minggu ke
Minggu ke
1
2
3
4
1
2
3
4
1
Persiapan








2
Pengambilan Data








3
Analis dan desain sistem








4
Pembuatan program








5
Uji program








6
Laporan




















3.6  Flowchart Penelitian


 




 







T
 
Diamond: Pengujian Software                                       

                           
Y
 
                                       
Implementasi Software
 
                                                           


 





           ( Gambar 3.2. Flowchart Penelitian )
  




DAFTAR PUSTAKA

Adi Nugroho,2009, Perancangan dan Implementasi Sistem Basis Data, Andi Publisher, Yogyakarta.

Aji Supriyanto (2005), Pengantar Teknologi Informasi, Salemba Infotek, Jakarta
 
Andri Kristanto (2003), Perancangan Sistem Informasi dan Aplikasinya, Gava Media, Yogyakarta

Andy Indra Rinaldi (2003), Skripsi, STMIK Unaya, Aceh Besar

Andi Offset 2014 Visual  Basic source code. Edisi I Yogyakarta

Dwi Budiarti (1999), Sistem Informasi Manajemen, Mondial, Jakarta
Harianto Kristanto (1994), Konsep dan Perancangan Database, Andi Offset, Yogyakarta

http://contohdanfungsi.blogspot.co.id/2012. dkk : 20 : 00. Tggl, 1 januari 2016
http://www.lepank.com/2012. dkk : 20. 00. Tggl, 1 januari 2016

http://automotivehunter.blogspot.co.id/2013/02/pengertian-perancangan.html

Ponco W. Sigit (1999), Analisis dan Perancangan Sistem, Mondial, Jakarta











 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar